Jumat, 20 April 2018

5 Comeback fenomenal dan dramatis yang Pernah Terjadi di Liga Champions


bandar bola - Tak ada yang mustahil di sepak bola. Kalimat itu cukup sering terlontar dari mulut para pelaku sepak bola untuk menekankan bahwa misi yang sangat sulit pun tetap bisa dicapai. Tengok saja Barcelona.

Barcelona baru saja memberi bukti, bahwa bola itu bulat. Pernyataan bahwa sepak bola tak mengenal kata mustahil memang benar. Bahkan, defisit 4 gol pun mampu dibalikkan oleh Los Azulgrana menjadi kemenangan 6-1.

taruhan bola - Ya, Barcelona memang baru saja membuat comeback terhebat dalam sejarah Liga Champions. Sebelumnya, sejarah mencatat tak pernah ada klub yang mampu membalikkan ketinggalan 0-4 menjadi kemenangan agregat dalam pertandingan dua leg.

Tak heran jelang leg kedua babak 16-besar melawan Paris Saint-Germain di Estadio Camp Nou, Barcelona diragukan bisa comeback dan bahkan lolos ke babak perempat final. Kenyataannya, keajaiban menjadi milik tim besutan Luis Enrique. Kemenangan 6-1 membawa Barcelona lolos dengan agregat 6-5.

Comeback ajaib itu mengingatkan para penggemar sepak bola terhadap aksi-aksi serupa pada masa lalu. Momen comeback ternyata bukan cuma dirasakan oleh Barcelona. Dilansir Soccerway, tercatat setidaknya ada lima comeback ajaib dan dramatis yang pernah tersaji di Liga Champions.

Deportivo La Coruna 4-0 AC Milan (agregat 5-4), 2004



Deportivo La Coruna menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Spanyol setelah pergantian abad. Salah satu momen terbaik mereka di Eropa datang pada April 2004. Meskipun kalah 1-4 pada leg pertama babak perempat final Liga Champions melawan AC Milan di Estadio Riazor, mereka mampu merasakan keajaiban comeback.

Walter Pandiani, Juan Carlos Valeron, dan Albert Luque, membawa Super Depor meraih keunggulan gol tandang sebelum paruh waktu di Stadion San Siro. Lalu, Fran Gonzalez mencetak gol keempat untuk memastikan langkah ke babak semifinal.

Namun, Super Depor akhirnya kandas di babak semifinal dari FC Porto, yang akhirnya keluar sebagai juara. Namun, comeback La Coruna tercatat sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah Liga Champions.

Liverpool 3-3 AC Milan (ET, 3-2 adu penalti) 2005



Sebuah malam yang populer di Istanbul, Turki. Pada final Liga Champions 2014-2015, Liverpool ketinggalan 0-3 dari AC Milan pada babak pertama melalui gol Paolo Maldini dan brace Hernan Crespo.

Tapi, babak kedua menghadirkan salah satu comeback paling ikonik dalam sejarah Liverpool, dengan gol dari Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso, memaksa skor menjadi imbang 3-3 dan berlanjut hingga babak perpanjanga waktu serta adu penalti.

Milan akhirnya harus gigit jari dalam drama adu penalti. Aksi heroik kiper Jerzy Dudek serta eksekusi penentu dari Steven Gerrard membuat Liverpool pada akhirnya keluar sebagai pemenang dan berhak mengangkat trofi Si Kuping Besar.

Manchester United 2-1 Bayern Munich 1999



Dua menit paling dramatis dalam sejarah sepak bola klub Eropa tersaji di laga final Liga Champions 1998-1999. Manchester United tertinggal 0-1 dari Bayern Munich pada final di Camp Nou lewat gol tendangan bebas Mario Basler. Klub raksasa Bavaria seolah sudah siap menyambut akhir penantian 23 tahun tanpa gelar juara di kompetisi Eropa karena skor 1-0 bertahan sampai 90 menit waktu normal berakhir.

Namun, Manchester United asuhan Alex Ferguson tidak menyerah sampai peluit akhir.Pemain pengganti Teddy Sheringham menyambar bola muntah hasil tembakan Ryan Giggs untuk membuat skor imbang 1-1 pada menit ke-91.

Ole Gunnar Solskjaer, pemain pengganti lain, menyambar bola hasil sundulan Sheringham yang berawal dari sepak pojok David Beckham guna memastikan Manchester United melakukan comeback bersejarah pada masa injury time dan mengakhiri musim dengan treble winners.

AS Monaco 3-1 Real Madrid (agreat 5-5, Monaco menang gol tandang) 2004

AS Monaco yang merupakan klub kejutan pada babak perempat final Liga Champions 2003-2004. Kisah cinderella mereka seolah akan berakhir setelah kalah 2-4 di kandang Real Madrid pada leg pertama.

Sebuah gol Raul Gonzalez sembilan menit sebelum istirahat pada leg di Monte Carlo membuat tugas Mnaco menjadi lebih berat. Namun, secara mengagumkan Monaco mampu mengejar defisit gol. Ludovic Giuly membuka gol jelang jeda, dan Fernando Morientes membawa Monaco berbalik unggul setelah turun minum.

Giuly, akhirnya menjadi pahlawan dengan melesakkan gol ketiga Monaco pada babak kedua guna mengunci kemenangan 3-1. Skor agregat memang imbang 5-5, tapi Monaco unggul dalam gol tandang. Langkah Monaco sendiri kandas di partai final usai kalah dari Porto.

Barcelona 5-1 Chelsea (ET, agregat 6-4) 2000



Sebelum melakoni comeback ajaib melawan PSG semalam, Barcelona juga pernah menghadirkan momen dramatis lain pada 2000 silam. Kekalahan 1-3 pada leg pertama di Stamford Bridge, markas Chelsea, membuat El Barca berada di ujung tanduk. Namun, Barcelona mampu menunjukkan kelas mereka.

Gol Rivaldo dan Luis Figo sebelum jeda seolah tak berarti saat striker Chelsea, Tore Andre Flo mencatat skor pada menit ke-60. Tapi gol Dani Garcia tujuh menit jelang akhir laga memaksa duel dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Kartu merah Celestine Babayaro menjadi awal petaka Chelsea. Rivaldo dan Patrick Kluivert akhirnya mampu mencetak dua gol tambahan guna memastikan Barcelona menang agreat 6-4 sekaligus menghancurkan mimpi Chelsea.

0 komentar:

Posting Komentar