Kamis, 15 Februari 2018

PSG Kalah Bukan Karna Wasit, Tapi Karna Unai Emery

PSG Kalah Dari Real Madrid Bukan Karna Kualitas Dari Wasit, Tapi Karna Kesalahan Unai Emery Yang Memberikan Arahan

PSG Kalah Bukan Karna Wasit, Tapi Karna Unai Emery
PSG Kalah Bukan Karna Wasit, Tapi Karna Unai Emery
"Dengan wasit yang berbeda, mungkin saja hasilnya juga akan berbeda. Tapi ada beberapa keputusan yang benar-benar merugikan kami di pertandingan ini." Ucap pelatih Paris Saint Germain, Unai Emery usai dikalahkan oleh Real Madrid.

Kamis 15 Februari WIB, PSG harus mengakui kualitas tim milik Madrid di Santiago Bernabeu dengan usai kalah 3-1 di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Emery lantas menyoroti bahwa wasit pemimpin laga, Gianluca Rocchi merupakan faktor terbesar kekalahan timnya.

Ronaldo Cetak Gol Ke 101 Di Liga Champions Usai Mencetak Dua Gol Lawan PSG
Ronaldo Cetak Gol Ke 101 Di Liga Champions Usai Mencetak Dua Gol Lawan PSG
Dua insiden yang menjadi singgungannya, yakni pinalti Cristiano Ronaldo yang tidak sah dan juga handball Sergio Ramos yang dilakukannya di kotak pinalti. Sepasang situasi yang ketika laga berlangsung bahkan tak mendapat porses oleh pemain maupun staf pelatih kedua tim yang berlaga.

Untuk kasus pertama, penalti Ronaldo dinilai tak sah karena bola bergerak terlebih dahulu sebelum sang megabintang melepaskan tembakan. Bola bergerak diyakini karena hentakan kaki kiri CR7 yang dipengaruhi hembusan angin.

Mantan wasit flamboyan asal Inggris, Graham Poll, menilai penalti harusnya diulang, tapi dia memaklumi ketidaksadaran Rocchi. "Kalian tak bisa menyalahkan wasit yang melewatkan insiden tersebut karena hampir mustahil melihat hal itu di momen yang sebenarnya," jelasnya, seperti dikutip.

Pada kasus kedua, Ramos tertangkap kamera lakukan handball saat memblok tembakan kencang Adrien Rabiot di kotak terlarang Madrid. Usai insiden, kapten Los Blancos itu kemudian berakting dengan membersihkan dada bagian kirinya.

Bola Mengenai Tangan Kanan Sergio Ramos Usai Ditendang Rabiot
Bola Mengenai Tangan Kanan Sergio Ramos Usai Ditendang Rabiot
Tidak ada pemain yang protes, karena tembakan Rabiot begitu kencang dan posisi tangan Ramos tak terlihat aktif menahan bola. Rocchi juga berada posisi yang tak ideal untuk melihat insiden yang berlangsung sepersekian detik tersebut.

Situs Berita Bola Eropa Terhangat - Legenda sepakbola Belanda, Ruud Gullit, bahkan berani menilai bahwa Ramos tak lakukan handball. "Tidak itu bukan handball, bola begitu kencang dan Ramos tak bisa berbuat apapun untuk menghindarkan tangannya dari bola," tuturnya 

Satu-satunya solusi untuk mengatasi dua insiden tersebut adalah penggunaan Video Assistant Referee (VAR), yang dimmana Uefo meupakan dalam kompeitisnya karena EUFA belum menerapkan dalam liga.

Karenanya bisa disimpulkan jika protes Emery hanyalah wujud dari rasa frustrasi belaka. 

Emery justru harus menyalahkan dirinya sendiri atas kekalahan PSG di Bernabeu. Sepasang blunder taktikal eks juru taktik Sevilla itu menstimulasi kemenangan Madrid, yang dipastikan pada sepuluh menit akhir laga.

Pertama adalah memainkan Giovani Lo Celso sebagai jangkar lini tengah. Alih-alih mengembalikan Marco Verratti ke pos jangkar dan memainkan Julian Draxler sebagai pengapitnya, Emery malah berjudi dengan memainkan pemain 21 tahun yang baru jalani debut musim perdana di Liga Champions.

Situs Bandar Judi Poker 2018
Hasilnya? Sangat mengecewakan. Meski punya akurasi operan mencapai 96,4 persen, Lo Celso cuma melepas 55 operan dan hanya melakukan 65 sentuhan. Tergolong minim untuk seorang gelandang jangkar.

Mobilitasnya pun tak memuaskan, tampak dari Verratti dan Rabiot yang harus disposisi terlampau sering sepanjang laga. Dosa lainnya? Tentu saja saat melanggar Toni Kroos di kotak terlarang, sebelum Ronaldo menuntaskan hadiah penalti guna samakan kedudukan 1-1.

Kedua dan yang paling fatal adalah saat menarik keluar Edinson Cavani yang cedera dengan bek kanan, Thomas Meunier, di menit ke-65. Masuknya pemain internasional Belgia itu membuat Dani Alves naik ke depan di pos winger, tetap dengan skema 4-3-3.


Emery sepertinya tak tersanjung dengan 'pertarungan indah' Alves dalam mengkover Marcelo selama satu jam laga. Menilik sejarahnya di Barcelona, Alves merupakan figur paling tepat untuk meredam eksplosivitas Marcelo yang jadi pelayanan eksekutif Ronaldo.

Alves memang bisa bertransisi menjadi winger kanan, tapi dia tak pernah istimewa di pos tersebut. Piala Dunia 2006 dan final final Liga Champions musim lalu jadi bukti. Dalam partai besar hadapi Madrid, Emery selayaknya sadar akan hal itu.

Meunier? Dengan posturnya yang bak raksasa, banyak pihak menilai bahwa dirinya merupakan bek sayap defensif. Nyatanya eks Anderlecht tersebut merupakan karakter bek yang sangat ofensif. Ketika diajak bertahan apalagi hadapi tim sebesar Madrid, pemain 26 tahun itu mudah saja jadi bahan bully-an.

Hasil Pertandingan Bola Eropa Pekan Ini - Padahal akan lebih bijak jika Emery menurunkan Angel Di Maria untuk gantikan Cavani. Struktur permainan PSG takkan terlampau berubah plus pemahaman mendalam sang Argentina terhadap Madrid sebagai eks klubnya.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, langsung bereaksi terhadap blunder yang Emery buat. Marco Asensio yang spesial di sisi kiri penyerangan diturunkan pada menit ke-78. Hanya lima menit setelahnya, pemain 22 tahun itu melepas assist untuk gol kedua Ronaldo dari sisi Meunier.

"Saya melihat situasinya. PSG juga mulai kelelahan. Saya kemudian memasukkan Gareth Bale, Lucas Vazquez, dan Marco Asensio untuk membantu kami memenangkan pertandingan," ungkap Zidane, seperti dikutip Marca.

Marcelo Membuat Kemenangan Real Madrid Semakin Menjadi Usai Cetak Gol Di Menit 84
Marcelo Membuat Kemenangan Real Madrid Semakin Menjadi Usai Cetak Gol Di Menit 84
Marcelo sampai-sampai ikut mencetak gol tiga menit berselang, karena kebebasan luar biasa yang didapatnya di sisi kanan pertahanan PSG. Los Galacticos menang meyakinkan 3-1 dan Les Parisiens pun dihadapkan pada misi sulit lantaran wajib menang minimal 2-0 pada leg kedua.

Setelah musim lalu membuat PSG meraih prestasi terendahnya sejak 2013, jangan kaget jika Emery bakal menerima pemecatan andai Les Rouge-et-Bleu akhirnya benar-benar tersingkir dari Madrid.

Nasser Al Khelaifi pasti geram, lantaran pada awal musim ini sudah memodali Emery dengan Neymar dan Kylian Mbappe seharga lebih dari €350 juta.

0 komentar:

Posting Komentar