Rabu, 31 Januari 2018

Roma Sedang Dalam Kondisi Terpuruk

AS Roma Sedang Dalam Kondisi Terpuruk Usai Menerim Tiga Kekalahan Dan Dua Kali Imbang Di Satu Bulan Terakhir Ini

Roma Sedang Dalam Kondisi Terpuruk
Roma Sedang Dalam Kondisi Terpuruk
Menurunnya performa dari AS Roma dalam waktu satu bulan lebih menjadi bukti kalau mereka sedang mengalami krisis. Tiga kekalahan telah diterima dan dua kali imbang dari lima pertandingan terakhir secara beruntun di ajang Seri A merupakan catatan buruk yang membuat mereka semakin tersingkir dari persaingan gelar.

Saat ini, Giallorossi ke peringkat kelima klasemen sementara dengan perolehan 41 point, tertinggal 16 poin dari sang pemuncak, Napoli, dan tiga poin dengan Inter Milan, yang menduduki peringkat empat.

Link Streaming Bola HD 2017/18 - Di pertandingan terakhir Serie A, Roma menelan kekalahan 1-0 di Stadio Olimpico di tangan Sampdoria. Di pekan sebelumnya, mereka hanya bermain imbang 1-1 di markas Inter Milan. Kemenangan yang sudah di depan mata, setelah unggul lewat gol Stephan El Shaarawy sejak menit ke-31, harus buyar karena Matias Vecino menyamakan skor untuk Nerazzurri pada menit ke-86.

Di pekan ke-20, Roma juga menelan kekalahan 2-1 di kandang sendiri di tangan Atalanta, padahal tim tamu sempat bermain dengan sepuluh pemain. Edin Dzeko sempat mencetak gol untuk memperkecil skor, namun tetap tidak bisa menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Dzeko Sudah Memberikan Yang Terbaik Untuk AS Roma
Dzeko Sudah Memberikan Yang Terbaik Untuk AS Roma
Di pengujung tahun lalu, Roma hanya bermain imbang 1-1 saat menjamu Sassuolo. Kemenangan yang sudah di depan mata, setelah Lorenzo Pellegrini mencetak gol pada menit ke-31, harus buyar karena tim tamu bisa menyamakan kedudukan lewat aksi Simone Missiroli.

Satu pekan sebelum berakhirnya tahun lalu, Roma menelan kekalahan pertama dalam rentetan catatan buruk akhir-akhir ini. Mereka dibekuk Juventus dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Mehdi Benatia pada menit ke-18


Dengan demikian, Roma belum satu pun meraih kemenangan dalam lima pertandingan secara beruntun, bahkan klub asal ibukota Italia itu menelan tiga kekalahan. Eusebio Di Francesco harus memutar otak untuk mengatasi krisis yang sedang dialami timnya.

Ketiadaan Radja Nainggolan di dalam tim memang membuat Roma kian sulit untuk keluar dari krisis. Pemain asal Belgia ini mendapat sanksi dari klub akibat tindakan indisiplinernya pada pesta liar di Tahun Baru dengan merokok, minum alkohol, dan sempat memosting kelakuannya itu di akun Instagram-nya. Ia pun diparkir saat tim kalah di tangan Atalanta. 

Taruhan Agen Judi Poker Online 2018
Ditambah dengan masa depan Dzeko yang masih belum jelas. Striker asal Bosnia itu kabarnya masih menjadi incaran Chelsea, meski Emerson Palmieri akan segera meninggalkan Roma dan bergabung ke Stamford Bridge.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan Di Francesco untuk mengubah sistem permainan timnya. Ia tampaknya perlu mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi 4-3-1-2 dengan masuknya Nainggolan ke slot itu atau mungkin bisa juga dipakai 3-4-2.

Jadwal Bola Terlengkap Indonesia 2018 - Di Francesco perlu memasang Nainggolan di posisi idealnya, yakni di belakang para penyerang. Tahun lalu, di bawah asuhan Luciano Spalletti, ia mencetak 11 gol dan membuat lima assist. Dengan baru dua gol yang dicetaknya pada musim ini, jelas bahwa sang gelandang bermain terlalu ke dalam. Kurangnya gol terjadi karena para gelandang tidak bisa bekerja bersama-sama untuk menggulirkan bola ke depan. Aleksandar Kolarov pun tidak bisa melakukan segala sesuatu.

Di Francesco juga perlu mengurangi gaya permainan Roma dengan banyak crossing, sebaliknya perlu meningkatkan tembakan. Permainan mereka mudah ditebak karena melakukan tekanan di sisi kiri dan ada Kolarov yang melakukan crossing atau Diego Perotti berusaha dengan dribbling. Tapi, dengan gaya semacam ini, tim lawan akan mudah menebaknya. Barisan penyerang mereka perlu fokus dalam melakukan tembakan, dan itu perlu ditingkatkan di setiap latihan.

Selain itu, Di Francesco perlu memberikan kepercayaan kepada sejumlah pemain muda, yakni Pelligrini, Cengir Under, dan Gerson.

0 komentar:

Posting Komentar