Rabu, 17 Januari 2018

PSG Lahirkan Bintang Masa Depan Dari Akademi

PSG Telah Lahirkan Bintang Masa Depan Dari Akademi Tim

PSG Lahirkan Bintang Masa Depan Dari Akademi
PSG Lahirkan Bintang Masa Depan Dari Akademi
Ketika Nantes mendatangi kandang Paris Saint Germain awal musim ini, pelatih Claudio Ranieri mengancam untuk 'memarkir dua bus' di Parc des Princes.

Hasilnys, Nantes kalah telak 4-1 dari PSG. Ranieri pun mengambil pendekatan berbeda yang dimana kedua klub bertemu lagi pada hari Minggu 14 Januari kemarin, menerapkan permainan high-pressing yang dirancang untuk membuat PSG kewalahan.

Pelatih asal Italia itu mungkin memperkirakan duet bek muda PSG, Marquinhos dan Presnel Kimpembe, bakal di landa kekalahan, namun mereka justru menampilkan permainan terbaik. Di laga itu, Neymar dan Thiago Silva berhalangan turun main.

Info Berita Bola Indonesia - Secara khusus, Kimpembe menyajikan satu lagi bukti bahwa dirinya yang dinobati produk akademi klub yang dapat menjadi pilihan jangka panjang yang ideal untuk PSG.

Ia menunjukkan seluruh atribut yang mengantarnya menembus skuat utama Unai Emery dengan ketenangan, kemampuan membaca permainan, dan fisik kuat.

Presnel Kimpembe Saat Bermain Melawan Barcelona
Presnel Kimpembe Saat Bermain Melawan Barcelona
Melejitnya nama Kimpembe merupakan buah dari kesabaran dan kegigihannya. Berbeda dari Adrien Rabiot, didikan PSG lainnya yang juga berhasil mengamankan kesempatan bermain reguler, ia tidak bisa dibilang menjanjikan sejak usia belia.

Kans perdana untuk promosi ke tim senior pun hanya diperolehnya setelah PSG memimpin klasemen dengan keunggulan yang teramat jauh atas para pesaing pada musim 2015/16 di bawah kepemimpinan Laurent Blanc - dan dikarenakan Thiago Silva serta Marquinhos harus diparkir.

Namun, ditandemkan dengan David Luiz, justru Kimpembe yang lebih menarik atensi alih-alih rekannya yang merupakan bek termahal klub. Saking meyakinkannya performa Kimpembe, PSG, yang membukukan empat clean sheet beruntun dengan kehadiran sang youngster di lini belakang, tidak pikir panjang untuk melepas Luiz kembali ke Chelsea dan memosisikan Kimpembe sebagai opsi ketiga (setelah Thiago Silva dan Marquinhos). 


Yang istimewa tentang lesatan pemuda 22 tahun ini adalah adaptabilitas dan kematangannya. Berposisi bek kiri pada awal karier, Kimpembe sukses bertransformasi menjadi bek tengah, dan tantangan demi tantangan dihadapinya dengan ketenangan tingkat tinggi bak pemain veteran.

Highlight dari karier Kimpembe sejauh ini tak pelak adalah laga melawan Barcelona pada babak 16 besar leg pertama Liga Champions tahun lalu. Tugas Kimpembe adalah mematikan Lionel Messi, dan ia menunaikan misi dengan brilian, membuat The Catalans majal di Paris. Hebatnya itu adalah penampilan debutnya di Liga Champions!

“Itu laga di mana saya mendapatkan tekanan paling sedikit," ujarnya kepada L'Equipe.

Presnel Kimpembe Bersama Dengan Neymar
Presnel Kimpembe Bersama Dengan Neymar
"Sehari sebelumnya, saya membaca prediksi di media sosial dan koran-koran: 'Oh, dia akan terbunuh.' Itu justru membuat saya semakin kuat. Saya selalu ingin membuktikan kepada orang-orang bahwa saya bisa. Kritikan adalah bahan bakar yang saya butuhkan."

Saat Barca melakoni La Remontada dan memenangi pertemuan kedua 6-1, Kimpembe kembali duduk di bangku cadangan.

"Situasi mulai berubah enam bulan sebelum itu," tuturnya. "Pertandingan tersebut lebih merupakan sebuah momen Eureka." 

"Sebelum laga tersebut, orang-orang akan mengatakan: 'Dia harus bermain baik pada laga berikut, setelahnya dia harus bermain baik pada laga berikut.'"

Bandar Judi Poker Online 2018
"Bermain sangat baik dalam laga tersebut [leg pertama], yang menjadi sebuah standar, merupakan pemicu yang membuat orang-orang berkata: 'OK, dia kapabel.'"

Sejak pertandingan yang digelar pada hari Valentina 2017 tersebut, segala sesuatunya berjalan baik untuk sang youngster. Reputasinya menanjak drastis, tapi ia belum menerima pengakuan yang layak.

"Mungkin itu karena saya bukan bintang besar yang dibeli seharga €50 juta, saya harus selalu membuktikan sesuatu," kata Kimpembe. "Untuk pemain-pemain muda yang tumbuh dari akademi, situasinya selalu seperti itu, tapi itu bukan hal buruk.

Jadwal Bola Terlengkap 2017/18 - Terlepas dari progres pesatnya, Kimpembe secara mengejutkan belum dipanggil memperkuat timnas Prancis, yang berarti ia menjadi satu dari hanya dua personel reguler dalam sistem rotasi Emery yang belum menggenggam status pemain internasional di tingkat senior.

Cepat atau lambat kesempatan itu pastinya akan datang juga, dan kalau ia mampu mempertahankan performa di level tinggi, besar kemungkinan Kimpembe bakal berangkat bersama skuat Didier Deschamps ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia musim panas mendatang.

0 komentar:

Posting Komentar