Minggu, 15 Oktober 2017

Kalahkan Juventus, Pelampiasan Yang Sempurna Immobile

Usai Kalahkan Juventus, Pelampiasan Yang Sempurna Dari Immobile

Kalahkan Juventus, Pelampiasan Yang Sempurna Immobile
Kalahkan Juventus, Pelampiasan Yang Sempurna Immobile
Orang tua Ciro Immobile sedikit kecewa saat keputusan putra kesayangannya menerima pinangan Juventus sedekade lalu. Sebagai warga asli Sorrento, keduanya selalu bermimpi jagoannya itu membela Napoli. Ya, klub kebanggaan seluruh publik teritori Campania yang tak pernah akrab dengan Juve.

Keputusan yang sejatinya sangat bisa dimaklumi. Terlepas dari rivalitas Juve-Napoli, I Bianconeri merupakan klub terbesar di Italia. Fasilitas sepakbola mereka lengkap dan modern, apalagi untuk pembinaan usia muda, walaupun tak populer memproduksi pemain top.

"Sulit memang berada di Juve. Lingkungan baru, orang-orang baru bahkan rekan-rekan saya banyak yang berasal dari luar Italia. Filosofi klub untuk selalu menang sangat tegas dan aturannya begitu disiplin. Saya ingin jadi pemain besar, jadi tak masalah. Anda bisa bayangkan seperti apa rasanya bisa jadi andalan Juve di masa depan," harap Immobile, dalam salah satu wawancara pertamanya dengan La Stampa.

Info Berita Bola Terhangat - Bakat besar Immobile yang ditemukan Ciro Ferrara di Sorrento, memang bukan bualan belaka. Di level primavera, pemain kelahiran 20 Februari 1990 itu dicap sebagai salah satu bomber paling menjanjikan di Italia. Tentu saja di samping "Si Pembuat Onar" Mario Balotelli.

Immobile adalah alasan utama mengapa Juve Primavera berhasil menjuarai Torneo di Viareggio untuk dua musim beruntun, pada 2009 dan 2010. Tak heran jika di usia 19 tahun dirinya sukses menembus tim utama dan mencatatkan debut di Serie A Italia pada kampanye 2008/09.

Dalam kemenangan 4-1 atas Bologna, Immobile masuk di menit 89 menggantikan legenda terbesar Juve, Alessandro Del Piero. "Debut untuk Juve dan menggantikan pemain sebesar Del Piero? Luar biasa! Saya sungguh menantikan petualangan bagus di sini," ujarnya kegirangan pada Tuttosport, selepas laga.

Sayang, Immobile pada akhirnya gagal membendung kisah klasik kebanyakan lulusan Juve. Bak menengadah ke langit hijau, karena dia kemudian dipinjamkan ke sana- ke mari, mulai dari AC Siena, Grosseto, Pescara, Genoa, Torino, sampai akhirnya dijual ke Borussia Dortmund.

Berita Bola Terhangat : Pochettino Tertarik Tangani The Three Lions

Padahal rapor Immobile selama dipinjamkan tergolong brilian. Dia keluar sebagai top skor Serie B 2011/12 bersama Pescara dan jadi capocannoniere Serie A 2013/14 kala membela tim rival, Torino. Namun tak sekalipun Juve berniat menariknya kembali.

"Saya mungkin bisa pulang ke Juve, tapi mereka tak bisa menjajikan saya ruang. Selain itu pasti sulit bertahan di kota yang sama dengan seragam yang berbeda, setelah saya mendapat cinta dari tifosi Torino," ungkap Immobile kala memutuskan hijrah ke Dortmund.

Immobile Kalahkan Juventus Di Kandangnya Sendiri
Immobile Kalahkan Juventus Di Kandangnya Sendiri
Sepanjang masa peminjaman sampai berpetualang ke Dortmund, Sevilla, kembali ke Torino, dan sekarang diandalkan Lazio, tanpa disadari Juve justru terus hadirkan 'rasa sakit' untuk Immobile. Fakta mengungkap bahwa La Vecchia Signora merupakan klub yang paling sering dihadapi dan mengalahkannya.

Sebelum kampanye 2017/18 bergulir, sudah sepuluh kali Immobile berhadapan dengan Juve. Jumlah itu bahkan mencakup kala dirinya membela Dortmund dan Sevilla. Rekornya? Sungguh menyakitkan, karena klub yang membuangnya itu meraih sembilan kemenangan dan hanya memberi satu hasil imbang.

Immobile juga cuma sekali menjebol jala Juve dan sempat dibuat menangis ketika kalah di final Coppa Italia musim lalu. Tak heran jika dia selalu jadi sasaran empuk cemoohan para Juventini terutama saat bertandang ke Allianz Stadium.

Manajemen Juve juga mungkin tertawa dan tak perlu menyesali keputusan membuang Immobile. Terlebih mereka mendapat pemasukan bagus sebesar €9,35 juta, sebagai bagian penjualan Immobile ke Dortmund.

Namun roda nasib akhirnya berputar untuk Immobile. Musim 2017/18 jadi momentumnya membuat Juve merasakan sakit yang selama ini membelenggunya. Bersama Lazio, capocannoniere sementara Seria A ini dua kali membuat Sang Kekasih Italia menangis.

Pertama di final Piala Super Italia 2017 lalu. Immobile memang kembali dibuat menangis oleh Juve, tapi yang keluar kali ini adalah air mata kebahagiaan. Secara dramatis Lazio dibawanya menang 3-2 dengan dirinya mencetak sepasang gol!

Agen Judi Gaple Online Terbaik
Selain jadi kemenangan perdana atas Juve, Piala Super Italia merupakan trofi perdana Immobile di Italia. "Sungguh fantastis. Melawan tim sepeerti Juve dibutuhkan pengorbanan luar biasa dari tim, pelatih, juga tifosi yang memberikan dukungan luar biasa demi trofi ini," seru Immobile usai laga, seperti dilansir Mediaset Premium.

Kedua tentu saja terjadi Minggu (15/10) dini hari WIB. Secara mengejutkan Lazio sanggup memecundangi Juve di Allianz Stadium lewat skor 2-1. Gli Aqilotti meraihnya secara dramatis lantaran sempat teringgal 1-0 di babak pertama plus keberhasilan kiper mereka, Thomas Strakosha, menangkis penalti Paulo Dybala di detik pamungkas pertandingan.

Selain membawa Lazio terbang ke peringkat tiga klasemen sementara Serie A, kemenangan itu juga mengakhiri 57 partai tak terkalahkan Juve di Allianz Stadium. Tersangka utamanya? Sudah pasti Immobile, dengan aksinya memborong semua gol kemenangan Tim Elang Muda.

Situs Bola Online 2018 - "Kemenangan yang luar biasa dan Immobile tak perlu sungkan melakukan selebrasi di Allianz Stadium. Ini adalah pembalasan dendamnya, karena dia tak pernah punya hubungan yang bagus dengan Juve. Sejarah mengatakan itu, lagipula dia selalu jadi sasaran ejekan tifosi Juve," tutur agennya, Marco Sommela, seperti dikutip Corrie dello Sport.

Akan berlebihan jika menyebut aksi Immobile malam tadi sukses membuat Juve menyesal melepasnya. Tapi setidaknya rasa sesak mulai terasa, karena pemain lulusannya kini telah menjelma jadi momok mereka. Orang tua Immobile pun tak perlu lagi menyimpan kekecewaan, melihat jagoannya kini jadi antagonis baru buat klub yang tak pernah mereka suka.

0 komentar:

Posting Komentar