Kamis, 27 April 2017

Karna Didikan Scholes, Pogba Jadi Pemain Termahal

Menurut Vidic, Pogba Bisa Menjadi Pemain Termahal Di Dunia Karna Didikan Dari Scholes

Karna Didikan Scholes, Pogba Jadi Pemain Termahal
Karna Didikan Scholes, Pogba Jadi Pemain Termahal
Paul Scholes dinilai mempunyai peran yang penting dalam membentuk skill dari Paul Pogba sehingga dapat menjadi pemain termahal di dunia seperti sekarang. Menurut Nemanja Vidic, Scholes sering mengajarkan atau memberi didikan yang baik untuk Pogba saat masih sama-sama berlatih di Manchester United.

Skor Akhir City Vs MU - Pogba bergabung dengan tim muda Manchester United ketika usianya masih belia, sejak tahun 2009, ia kemudian masuk skuat utama MU yang pada saat itu masih di asuh oleh Sir Alex Ferguson. Tapi kemudian ia meninggalkan Old Trafford di akhir kontraknya karena tak dapat diberi kesempatan untuk bermain.

Pogba kemudian bergabung dengan Juventus pada tahun 2012, karier Pogba melesat di liga Seri A Italia itu dan pernah merasakan empat Scudetto bersama Bianconeri.

Pogba kembali lagi ke MU pada musim panas lalu setelah dirinya di beli dengan harga 89 juga Poundsterling. Pemain yang berusia 24 tahun itu mencatatkan 47 penampilan di semua kompetisi dan juga pernah mengantarkan MU juara EFL Cup dan juga Community Shield.


Perjalanan Pogba sebagai pemain termahal di dunia tak terjadi begitu saja. Vidic yang pernah berlatih dengan Pogba, mengungkapkan bahwa mantan rekannya itu sudah memiliki fisik yang baik sejak dirinya berusia 17 tahun. Para pemain senior seperti Scholes tak malu-malu memperlakukan Pogba secara keras untuk mengajarinya agar menjadi pemain yang hebat.

"Paul baru berusia 17 tahun dan fisiknya sudah sangat kuat seperti saat ini, dengan fisik yang sudah sangat baik. Paul Scholes menendangnya dan mengujinya, ia melakukan itu ketika saya baru datang." Ucap Vidic.

Berita Olahraga Indonesia Terlengkap - "Scholes menunjukkan niatnya untuk menjadi seorang juara, menunjukkan seolah-olah kami bukan teman dalam permainan. Tapi kami berlatih dengan keras dan kuat, seakan-akan kami menjalani pertandingan. Semacam : 'Jika anda menendang saya maka saya akan menendang anda'. Kami bertarung setiap hari dan kami tak perlu mengganti posisi untuk permainan ini karena kami selalu bergantian." Kata Vidic.

"United punya banyak pemain yang seperti itu, yang mempunyai daya pikir bersaing. Artinya kami menyiapkan diri lebih baik, bahkan melebihi tim terbaik yang memiliki pemain hebat tapi tak punya tujuan yang sama untuk menjadi juara. Kami menjalani pertandingan di Eropa, atau ke Chelsea, Arsenal dan Liverpool dan kami tak pernah takut pada siapapun." Tandas mantan pemain MU itu.

0 komentar:

Posting Komentar